Berbahayakah Aplikasi My Talking Angela Jika Dimainkan  Pada Jam 3 Pagi?

Berbahayakah Aplikasi My Talking Angela Jika Dimainkan Pada Jam 3 Pagi?

Kucing imut nan menggemaskan kembali membuat publik maya gempar. Banyak Sekali peristiwa janggal yang dialami oleh penggunanya. Terutama pada jam 3 pagi.

Kenapa jam 3 pagi, kenapa ngga jam 12 malam aja?

Hmm,, entahlah.. tapi yang pasti banyak orang yang percaya bahwa di jam tersebut, jam 3 pagi merupakan waktu bagi iblis untuk sarapan pagi (Haha, ngga ding).

Angela
Dari lampu kamar yang tiba-tiba mati miisalnya, kemudian berita tentang penculikan anak oleh kaum-kaum pedofil, hingga si kucing yang bisa menjawab pertanyaan saat di kasih soal-soal ujian. Serius?

Tentang Aplikasi My Talking Angela


Digambarkan, Angela adalah seekor kucing cantik berpenampilan anggun dengan gaunnya yang menawan.

Baru-baru ini ia kembali berhasil merebut simpatisan, akan ketakutannya apakah aplikasi permainan anak ini, benar-benar membahayakan atau hanya hoax belaka?

Tak sedikit pula para youtuber yang tertarik mencoba memainkannya, dan keanehan-keanehan pun mewarnai misteri si kucing cantik Angela.

Namun sepertinya, ini hanyalah akal-akalan mereka yang sensasional aja, terlihat kok dari hasil editan videonya. Haha,,

Kalau boleh curhat sih sebenarnya, saya kurang setuju jika si kucing imut ini disebut-sebut berbahaya bagi para penggunanya.

Lihat saja gaunnya yang anggun, dipadu dengan kedua bola mata yang berwarna biru menggoda, wow. Mana ada hewan yang berparas cantik selayaknya manusia.

Tapiiiii, jika benar kecantikannya seperti manusia, mungkin ia akan lebih mirip artis Sinetron bernama,, ah sudahlah. Jomblo nggak usah terlalu tinggi bermimpi, jatuh dari tempat tidur baru tau rasa kau. Wkwkw,,

Lalu, jika benar sosok yang digembar-gemborkan banyak orang selama ini adalah sesuatu yang menyeramkan. Saya pikir, Angela bukan nama yang tepat untuknya.

Jika saya yang membuat aplikasinya, mungkin nama “Annabelle” lebih pas untuknya. Biar seeerem,,, Yah,, “My talking Annabelle”, haha bukan begitu?

Oke, kembali ke topik. My talking angela. Seberapa berbahayanya sih aplikasi ini untuk anak-anak?


Main My Talking Angela Pada Jam 3 Pagi, Berbahaya atau Hanya Hoax?


Baik, para pembaca yang budiman. Sebelum menyelidik lebih lanjut, saya akan mengajak anda menyelami selaksa peristiwa tentang proses penciptaan si “kucing kecut”” ini, eh maksud saya si kucing imut ini, Angela.

My Talking Angela adalah sebuah aplikasi telepon pintar, yang dikembangkan oleh software developer bernama “Outfit7”.

Singkatnya aplikasi ini adalah bagian dari serangkaian aplikasi yang lebih luas yang disebut Talking Tom and Friends, yang telah diunduh lebih dari 1,5 juta kali sejak tahun 2010, dan saat ini banyak digunakan oleh kalangan anak-anak.

Sejak 2014 lalu, aplikasi ini telah menjadi buah bibir netizen mengenai kemisteriusannya.

Banyak yang percaya, bahwa si kucing imut ini bisa mengajukan pertanyaan pada penggunanya mengenai informasi personal bahkan ke hal-hal yang sifatnya sensitif sekalipun.

Jika demikian, benarkah akan keaslian informasi tersebut?

Perlu kalian semua ketahui. Sebagai netizen yang cerdas, tidak sepantasnya kita menelan mentah-mentah berita yang belum matang jluntrungannya.

Istilahnya masih ngalor-ngidul ngetan ngulon gitu. Mondar-mandir di keramaian jagad maya.

Ya ada baiknya kita tabayyun dulu lah, dengan memeriksa dan meneliti informasi yang kita dapatkan, untuk memastikan bener enggak sih berita tersebut.

Sehingga nantinya kita bisa menentukan mana yang hak dan mana yang batil.

Mmm, terus ke mana sih arah benang merah atas segala misteri ini?

Pembuktian Tentang Misteri Talking Angela


Untuk menjabarkannya, saya akan memaparkan data-data terpercaya yang telah saya kumpulkan sebelumnya.

Dilansir dari NBC News,

Menurut sebuah artikel berjudul "Why Not to Believe 'Talking Angela' or Other Facebook Hoaxes" yang ditulis Jill Scharr,

Internet belakangan ini telah menjadi sumber begitu banyak ketakutan.

Tak hanya soal virus iklan bernama Malware atau pencurian data dengan metode Phishing, bahkan sebuah aplikasi pun bisa “digodok” di media Internet dan dibuat seakan-akan sangat membahayakan.

Dalam artikelnya, pihak NBC News meyakinkan bahwa aplikasi My Talking Angela yang selama ini dicurigai oleh banyak orang. Ternyata semua itu tidak benar. 

Fakta di lapangan menyebutkan, “aplikasi itu aman-aman saja”. Dalam tanda kutip “tidak membahayakan”.

Terkait pesan berantai di Facebook yang berisi peringatan bahwa aplikasi My Talking Angela disalahgunakan sebagi alat penjerat anak oleh kaum pedofil. Semua itu bohong alias hoax!

Ini hanyalah aplikasi kucing bicara, dan , secara tidak sengaja, menjadi pelajaran mengapa Anda tidak semestinya menelan mentah-mentah semua informasi yang ada di Facebook ataupun media lainnya.

Sama halnya dengan chat bot alias robot yang bisa diajak ngobrol, Angela memiliki sejumlah Artificial Intelligence.

Yaitu kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah yang memungkinkannya merespons sejumlah pertanyaan sederhana.

Dari NBC kita melesat ke TheGuardian.com

Berdasarkan artikel berjudul “Apa yang aplikasi Talking Angela benar-benar katakan kepada anak-anak Anda“

Di situ di katakan bahwa:

"Jangan percaya semua yang Anda baca di Facebook, meskipun aplikasi Talking Angela dapat memberi alasan prihatin kepada beberapa orang tua! Nah loh?"

Selain itu, berdasar pada pernyataan pengembang aplikasi, Outfit7 menegaskan bahwa,

“Aplikasi my talking angela diciptakan sebagai sarana hiburan untuk anak-anak, bukan bermaksud mengoleksi data pengguna untuk kepentingan kelompok, apalagi menjerat anak-anak di bawah umur”.

Hal yang paling penting bagi orang tua untuk dipahami adalah bahwa My Talking Angela memiliki mode anak. Anda akan ditanya apakah Anda ingin mengaktifkannya saat pertama kali menggunakan.

Saat menjalankan aplikasi, Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya dengan mengetuk ikon smiley yang sekarang berganti menjadi huruf “I” di kanan atas layar.

Hal ini cukup penting, karena fitur kemampuan Angela untuk mengirim pesan teks dengan pengguna dimatikan ketika Mode Anak diaktifkan.

Ini sebelum fitur chat di aplikasi my talking angela dihilangkan, beberapa tahun silam.

Yang menjadi kelemahannya, yaitu terlalu mudah untuk mengaktifkan dan menonaktifkannya - karena tidak ada Pin yang mencegah seorang anak mengetuk ikon dan mengaktifkannya kembali.

Apa yang dapat dilakukan anak-anak saat Mode Anak diaktifkan?

Mereka dapat meminta Angela mengulangi kata-katanya, mengelus, dan mencoleknya. Ada juga fitur kamera, yang telah direferensikan di beberapa pesan Facebook tentang Talking Angela.

Benar bahwa itu mendorong pengguna untuk melihat ke kamera perangkat mereka dan membuat gerakan spesifik seperti: mengangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, menguap, atau menjulurkan lidah mereka, sehingga Angela dapat menyalinnya.

Jadi, dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa aplikasi my talking angela bukanlah suatu hal yang membahayakan.

Asal kita bisa memahami cara menggunakannya dengan baik dan benar.

Untuk para orang tua misalnya, jika saat anak-anak bermain gadget, dan apapun itu di jagad maya, alangkah baiknya mereka bisa mendapatkan pengawasan yang ekstra.

Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya pada anak, jika kita membiarkannya bermain sendirian.

Nah, dari pembahasan barusan kita bisa mengambil pelajaran tentang “Bagaimana menanggapi suatu informasi yang masih simpang siur, yaitu dengan cara memastikan kebenaran dan kevalidan informasi yang kita terima. ”

Untuk meluruskan isu hoax tentang angela yang sedang bergembang. Silakan share artikel ini ke teman, pacar, atau gebetan anda kalau punya. Kalau ngga punya ya terserah kau saja lah. Saya nggak akan memaksa kok. Hehe,,

Akhir kata semoga menjadikan hujjah untuk kita semua, dan seperti biasa. Terima kasih sudah menjadi pembaca yang budiman.

Wassalamualaikum, wr. wb.
Admin

Seorang pria yang ingin berbagi cerita melalui tulisannya. Berambisi menebar sejuta manfaat kepada sesama. Insha Allah!
Disqus
Silahkan Berkomentar!