Skip to main content

Bagaimana Seorang Blogger Senantiasa Istiqomah dalam Menulis?

Assalamualaikum, teman-teman.
Menjadi seorang blogger adalah cita-citaku dari dulu. Bisa membagikan ilmu melalui tulisan-tulisan yang memberi wawasan dan menginspirasi kepada banyak orang.

Tapi sebuah impian tentunya tidak mudah digapai tanpa komitmen yang tinggi. Banyak sekali godaan yang datang silih berganti. Pun kesibukan yang seolah tidak memberikan ruang dan waktu untuk terus maju.

Satu tahun yang lalu, blog ini hampir musnah dari muka jagad maya. Aku sudah tidak bisa membayar perpanjangan domain karena masalah finansial. 

Untungnya, aku punya ide agar blog ini tetap melenggang di pencarian Google.
Iya, aku menukar Action Cam kesayanganku dengan harga yang sangat murah. Tujuanku cuma satu waktu itu, blog ini tidak padam. Meski tidak sepadan dengan harga kamera yang aku beli saat baru, sekitar 1 jutaan. Aku menjualnya dengan harga 300 ribu-an.

Alhasil pagi harinya, aku pergi ke Bank. Mengambil nomor antrian dan duduk menunggu panggilan mbak-mbak penjaga loket. Akhirnya, blog itu  bisa aku perpanjang lagi masa aktifnya.

Rupanya, waktu yang telah berlalu hingga hari ini pun hampir tak pernah aku manfaatkan  untuk mengisi konten berkualitas di blog tersebut. Aku lebih banyak bersuka-suka dengan ponsel pintarku hingga aku lupa bahwa tugas tersebut terabaikan. Menulis.

Dan terjadi lagi, Blog Kak Yull hampir saja berstatus suri. Aku terlambat satu hari memperpanjang usia domain. Tanggal 5 Februari 2020 kemarin, domain tersebut tidak bisa diakses karena kadaluwarsa.

Masalahnya, aku masih saja terkendala finansial. Aku bingung dengan diriku saat ini. Setelah kontrak kerjaku habis dan memutuskan untuk kuliah. Segalanya berubah drastis.


Di sela-sela kuliah, aku ngefreelance sebagai konten kreator di Instagram. Alhamdulillah, dengan fee dari situ blog ini bisa kembali aku hidupkan. 

***

Perlu kau tahu bahwa aku tidak melakukan apa-apa saat menunggu gap year. Iya, sebelum memutuskan kuliah di akhir tahun 2018. Aku sempat menganggur selama satu tahun. 

Bodohnya aku, waktu sepanjang itu tak pernah aku manfaatkan untuk menekuni hobiku. Menulis di blog sesuai passion secara konsisten. Aku merasa berdosa telah membuang-buang waktuku.

Aku bingung dengan diriku saat ini. 

Oh Allah, Tuhan semesta alam. 
Allah yang membolak-balikkan hati hambaNya

Tetapkanlah hati ini di jalan lurusMu
Sungguh aku tak berdaya tanpaMu
Aku hilang arah tanpa petunjukMu
Maka bimbinglah aku agar bisa istiqomah 
Di jalanMu

Bismillah, menulis adalah hobiku.
Menulis adalah jalan hidupku.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar